Info Terbaru
Padang, Padek—Sekitar
156 orang murid Taman Kanak-kanak (TK) Sabbihisma mengikuti manasik haji
di Pesantren Sabbihisma, Kelurahan Anak Aie, Kecamatan Kototangah,
kemarin (19/11). Acara manasik dilaksanakan sekitar satu jam lebih dari
pukul 08.45 WIB.
Acara ini bertujuan untuk menanamkan
nilai-nilai Islam kepada anak sejak dini. Manasik haji juga merupakan
kegiatan rutin yang diselenggarakan Yayasan Perguruan Sabbihisma.
Murid dibagi menjadi beberapa
kloter. Prosesi penyelenggaraan ditata sedemikian rupa, sehingga
menyerupai kondisi aslinya. Semisal tempat penginapan di Mina, tawaf
mengelilingi Ka’bah dan lari-lari kecil (sa’i) antara bukit Safa dan
Marwa.
Ketua Yayasan Perguruan Sabbihisma, H
Zulkifli Imam Said, mengatakan acara ini dilaksanakan setelah jamaah
haji pulang ke tanah air. Manasik diikuti 156 orang murid dari TK 1, TK
2, TK 3, dan TK 4 dari TK Sabbihisma. “Semuanya kita kumpulkan di sini,”
ujar Zulkifli Imam Said.
Diadakannya manasik haji ini, dapat
menjadi kenang-kenangan bagi murid TK bahwa dia pernah mengikuti
kegiatan manasik haji. “Di waktu kecil ini, mereka diarahkan atas
sesuatu hal yang berguna dan bermanfaat bagi mereka. Ini juga dapat
menjadi kontrol bagi mereka ketika mereka beranjak dewasa. Selain itu
dengan kegiatan manasik haji ini diharapkan menjadi doa agar mereka
nanti dapat diberikan kesempatan oleh Allah untuk bisa melaksanakan haji
sebenarnya,” kata Zulkifli Imam Said.
Dia menjelaskan, TK Sabbihisma telah
berdiri sejak 17 tahun silam, yang awalnya hanya ada satu TK yakni di
Siteba. Kemudian bertambah lagi menjadi 4 TK serta SD Sabbihisma. “Tk 1
di Gajah Mada, TK II di S Parman, TK III di Anak Aia dan TK IV di
Siteba,” sebut Zulkifli.
Pertama kali berdiri, TK ini
memiliki murid 50 orang. Setiap tahun rata-rata sekitar 100 orang murid
masuk TK Sabbihisma. “Sampai saat ini, sudah ada dua ribu murid dari TK
Sabbihisma ini,” kata Zulkifli.
Kegiatan ini disambut antusias
orangtua murid. Manasik haji ini menjadi suatu kebanggan bagi orangtua
ketika melihat anak-anak mereka memakai pakaian haji. Selain itu juga
wadah berkumpul dan bermain bagi anak-anak mereka.
Murid yang tamat dari TK Sabbihisma,
mampu membaca Al-Quran dan menulis laten serta sudah bisa menghitung
walaupun belum sempurna. “Untuk pelajaran agama selesai dengan metode
iqra’ nya. Insya Allah, mereka akan menguasai Al-Quran di bangku SD
nantinya,” jelas Zulkifli. (bis)
Sumber : Padang Ekspres • Minggu, 20/11/2011.
Padang (www.korandigital.com)
- Gubernur Provinsi Sumatera Barat Dr. Irwan Prayitno, MSc memberikan
apresiasi kepada Pesantren Sabbihisma, atas keberhasilan pesantren ini,
mengembangkan peternaka
n penggemukan sapi korban yang awalnya merupakan
bantuan dari pemerintah pusat sebanyak 30 ekor. Hal itu, disampaikannya
ketika meninjau peternakan penggemukan sapi Pesantren Sabbihisma Senin
(15/11) di Kelurahan Anak Air Kecamatan Koto Tangah Padang.
”Sebagai pesantren yang bergelut dengan dunia pendidikan dan tidak
mempunyai latar belakang peternakan, Perguruan Sabbihisma terbukti
sukses mengembangkan peternakan ini. Bahkan dalam waktu tiga tahun
mereka bisa mengembangakan peternakan penggemukan sapi ini 10 kali lipat
dari semula,” tegasnya.
Menurut Irwan keberhasilan yang
ditunjukan oleh pesantren Sabbihisma ini bisa dicontoh oleh masyarakat
Sumbar, dalam hal usaha peternakan. Menurutnya peternakan ini sangat
membantu kepada petani. Dimana 3 ekor sapi bisa menghasilakan pupuk
organik untuk satu hektar sawah. “Artinya bisa menghemat kos untuk biaya
pupuk senilai satu juta lima ratus ribu rupiah. Usaha ini bisa dicontoh
oleh masyarakat lain yang bekerja sebagai petani. Ini juga sejalan
dengan program utama Pemprov yakni satu petani satu sapi,” jelasnya.
Lebih lanjut Irwan menjelaskan selain bisa mensejahterakan petani,
usaha peternakan sapi merupakan bisnis yang menjanjikan. Sebab
menurutnya kebutuhan sapi di Indonesia saat ini masih tinggi. Untuk
membantu para peternak, menurut Irwan pemprov bisa membantu tenaga
pembimbing. Sementara untuk obat-obatan dan makanan jelas pemprov tidak
punya dana.
Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Sabbihisma
H. Zulkifli Imam Said mengatakan usaha peternakan penggemukan sapi
korban ini, dimulai tahun 2006. Awal sapi itu merupakan bantuan kepada
pesantren dari Lembaga Munakar Mandiri di Masyarakat (LP3) sebanyak 30
ekor. ”Alhamdulilah setiap tahun perkembangannya cukup pesat. Tahun lalu
Sabbihisma bisa memenuhi kebutuhan hewan korban untuk Kota Padang
sebanyak 180 ekor, sementara tahun ini 219 ekor,” jelasnya.
H.
Zulkifli Imam Said mengatakan saat ini pihaknya terkendala oleh
mahalnya obat-obatan dan pakan ternak. Ia berharap kepada pemda selain
bisa membantu tenaga penyuluh, diharapkan juga pemda bisa membantu
meringankan biaya obat-obatan dan pakan ternak. Saat ini menurutnya
pengembangan usaha penggemukan sapi korban ini hanya menggunakan cara
tradisional. Membeli dedak, ampas tahu dan batang pisang. Sementara
tenaga untuk pengerjaan diserahkan kepada sepuluh pemuda sekitar
pesantren. 
H. Zulkifli menambahkan, usaha peternakan
penggemukan sapi korban ini merupakan salah satu penyandang dana bagi
pesantren. Menurutnya khusus santri yang berasal dari keluarga kurang
mampu, pihak pesantren membebaskan biaya. ”Nah sapi inilah salah satu
penyokong dananya. Saat ini kita hanya fokus untuk penggemukan sapi
korban. Ini untuk menghindari resiko. Kalau sapi korban tentunya kita
hanya berusaha dengan pengurus masjid. Kemungkinan tidak dibayar oleh
pembeli sangat kecil,” imbuh pria yang pernah dinobatkan sebagai
keluarga teladan Sumbar tahun 2008 itu. (RATNA SAHARA)
Padang.www.korandigital.com- Guna menanamkan nilai-nilai Islam kepada anak sejak dini, Perguruan
Sabbihisma melaksanakan manasik haji kepada 141 siswa Taman Kanak-kanak
(TK) Sabbihisma Sabtu (13/11) di Pesantren Sabbihisma Kelurahan Anak Air
Padang.
Menurut Ketua Panitia Affendri Lubis, manasik haji
selain merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh yayasan,
kegiatan ini juga bermaksud untuk memberikan pendidikan kepada anak.
Jika kita sudah mengajarkan kepada anak, bagaimana tata cara
melaksanakan ibadah haji sejak dini.
"Insya Allah akan tertanam
niat dan cita-cita. Mudah-mudahan kegiatan manasik haji ini akan terus
tertanam dalam jiwa anak. Ibaratnya belajar diwaktu kecil bagai mengukir
diatas batu,” paparnya.
Affendri menjelaskan agar pendidikan
dan pelajaran rukun Islam ke lima ini berkesan bagi anak, Perguruan
Sabbihisma sengaja melaksanakan manasik haji tidak bergabung dengan
gabungan TK se-Kota Padang lainnya.
”Sebab
jika dilaksanakan berbarengan, anak-anak akan letih menunggu giliran.
Tentunya bimbingan haji yang kita berikan, tidak akan sempurna dikerjaan
oleh anak. Pemahaman yang diberikan tidak akan berkesan bagi anak. Anak
hanya keletihan,” jelasnya.
Manasik haji yang diikuti 141
anak itu, dibagi menjadi tujuh kloter. Mereka terdiri dari 77 orang
berasal dari TK I Sabbihisma, 50 anak dari TK II Sabbihisma, dan 14 anak
dari TK III Sambihisma yang terdapat di Kelurahan Anak Air Padang.
Adapun prosesi penyelenggaraannya ditata sedemikian rupa, sehingga
menyerupai kondisi aslinya. Misalnya tempat penginapan di Mina. Tawaf
mengelilingi Kabah dan lari-lari kecil (Sai) antara bukit Safa dan
Marwa.
Sementara itu Kabag Pendidikan Sabbihisma Yul Hendri,
S.Ag mewakili ketua yayasan Sabbihisma mengatakan bahwa selesai
melaksanakan manasik haji ini anak akan selalu mengingat pembelajaran
yang diberikan. ”Mudah-mudahan mereka akan bercita-cita melakukan ibadah
rukun Islam kelima ini kelak jika mereka sudah dewasa. Jika sudah
berniat sejak dini, Insyaallah Allah SWT akan memudahkan jalan menuju
baitullah,” tegasnya. (Ratna Sahara )
Alhamdulillah, puji syukur kita haturkan kepada Allah SWT
Karena Ami Latun Nailah, siswi Kelas 1 SMP Sabbihisma berhasil meraih
Juara II Kategori Pidato Berbahasa Indonesia Tingkat Provinsi Sumatera Barat
Padang, 30 April 2010 SMF FK UNAND
(Senat Mahasiswa Fakultas, Fakultas Kedokteran Universitas Andalas) berkerja
sama dengan PERDOSKI (Perhimpunan Dokter Kulit dan
Kelamin Indonesia) wilayah
Sumatera Barat melakukan kegiatan KIE dan Pengobatan penyakit kulit di SMP/ SMA
Sabbihisma. Dalam pemaparan yang di sampaikan oleh dr. Linda yang didampingi
oleh Prof. Dr. H. Zainal Hakim, Sp. KK (K) yang membahas mengenai
SKABIES. Scabies adalahy Penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan
sensitisasi terhadap sarcoptes scabiel var hominis atau scabies ini disebut
juga dengan Gatal Agogo atau Kada Asoy.
Menurut Prof. Dr. H. Zainal Hakim, Sp.
KK (K) ini, scabies merupakan salah satu penyakit kulit yang mudah menular
(yang disebabkan oleh kutu Scabies scabiei ) dari satu orang ke
orang lainnya, sehingga tak jarang menyebar dalam keluarga ketika salah satu
anggota keluarganya pulang kerumah membawa penyakit ini.
Bila sebuah keluarga terjangkit penyakit gudik (skabies) maka tak ayal akan
terjadi ritual menggaruk bersama terutama di malam hari. Beberapa penderita
penyakit gudik menggambarkan seperti gitaran. Gerakan menggaruk yang mirip
bermain gitar di malam hari lantaran rasa gatal yang ditimbulkannya, ungkap
pria kelahiran Sawah Lunto / 14 Agustuss 1978 ini.
Pria yang juga Ketua
KPS PPDS IKKK FK UNAND dan juga Ketua PERDOS SMF I.K. Kulit & Kelamin
FK UNAND/RS Dr. M. Jamil ini juga memaparkan cara pengembangbiakan dan
penularan Scabies scabiei ini. Setelah membuahi kutu betina
maka si pejantan mati. Kutu betina yang sudah dibuahi akan membuat liang
terowongan di kulit, kemudian bertelor sekitar 40 - 50 butir telor, dan akan
menetas setelah sekitar 3-5 hari. Hasil penetasan (larva) kutu tersebut keluar
ke permukaan kulit dan tumbuh menjadi kutu dewasa dalam waktu sekitar 16 - 17
hari. (referensi lain menyebutkan 10 - 14 hari)
Penularan
terjadi melalui:
- Kontak
langsung, kontak seksual
- Secara
tidak langsung melalui bekas duduk, sprei (alas) tempat tidur serta
pakaian.
Ketua PERDOS SMF I.K. Kulit & amp;
Kelamin FK UNAND/RS Dr. M. Jamil tersebut juga memberikan tips dan anjuran jika
terkena scabies ini
- Periksakan
ke Puskesmas, dokter, dokter spesialis kulit atau Rumah sakit setempat
bila menjumpai penyakit ini untuk mendapatkan pengobatan.
- Cuci
semua baju dan alas tidur (sprei atau sejenisnya) dengan air panas.
- Mandi
teratur dengan sabun.
- Apabila
ada yang sakit Skabies (gudik), periksakan semua anggota keluarga yang
kontak dengan penderita. Jika ternyata menderita skabies, obati semuanya
secara serempak agar tidak terjadi penularan ulang.
- Bagi
para guru atau Ustadz yang mendapati murid atau santrinya sakit Skabies
(gudik) hendaknya menganjurkan kepada murid atau santrinya untuk berobat
secara serempak di Puskesmas terdekat atau poliklinik Kulit Rumah Sakit
setempat.
Acara dimulai jam 08.30 yang
berlangsung di Masjid Zulzikrah tersebut kemudian di lanjutkan dengan
pemeriksaan kesehatan kulit para santri sabbihisma dan pembagian obat bagi yang
menderita penyakit scabies. (Usman Jambak)
Pengetahuan memilih hewan yang sehat sangat penting sekali terutama bagi masyarakat yang akan membeli langsung hewan qurban dari penyalur/penjual.
Adapun ciri-ciri ternak (sapi) yang sehat antara lain:
|
1.
|
Memiliki kulit yang lentur dan mudah dilipat
Jika kulit ternak ditarik dan dijepit kemudian bekas lipatan tidak menghilang, kemudian a ternak tersebut kehilangan caira. Hal ini mungkin terjadi pada ternak yang diserang diare.
|
|
2.
|
Mukosa mata, mulut dan hidung cerah bersih serta tidak terdapat lendir yang berlebihan.
|
3.
|
Ternak berjalan dan berdiri secara normal, tidak kaku atau pincang
|
| 4. |
Ternak qurban tidak dikstrasi/dikebiri dan testis/buah zakar masih lengkap (2 buah) dengan bentuk dan letaknya yang simetris
|
| 5. |
Kotoran dan Urine keluar secara teratur, tidak berdarah dan memiliki kepadatan yang normal
|
| 6. |
Rambut yang tumbuh disekitar kulit harus tumbuh normal, halus dan bercahaya.
|
Apabila ternak terkena anemia, maka rambut akan kelihatan kasar, kering dan terjadi kerontoka. Kasus seperti ini biasanya juga terlihat pada ternak yang terinfeksi dan mengalami defisiensi nutrisi.
B. PENILAIAN SECARA PERABAAN (PEMERIKSAAN DENGAN TANGAN)
|
1.
|
Sirkulasi Darah Normal
Sirkulasi darah ternak dapat dirasakan dengan menekan secara lunak jari telunjuk dan jari tengah pada arteri yang berada pada permukaan kulit (misalnya pada bagian pangkal ekor)
Secara normal pada sapi/kambing/domba akan terasa sebanyak 60-70 kali per menit.
|
| 2. |
Respirasi/pernafasan dilakukan dilakukan secara ritmik/teratur dan tenang
Secara normal pernafasan pada sapi sebanyak 10 - 30 kali permenit, sedang pada kambing dan domba sebanyak 10 - 20 kali permenit.
|
| 3 |
Meraba perkembangan otot di antara tulang belakang dengan tulang rusuk rudimenter (tulang rusuk paling belakang)
|
C. PENILAIAN DENGAN MELAKUKAN PENGUKURAN
Apabila memungkinkan, ternak untuk hewan qurban dapat juga dinilai dengan melakukan pengukuran terhadap panjang badan, lingkar dada, tinggi pundak, lebar dada, dan dalam dada. Ukuran yang penting untuk mengetahui berat badan ternak qurban antara lain adalah dengan mengukur lingkar dada, panjang badan dan tinggi pundak. Lingkar dada di ukur melingkar dibelakang sendi bahu (os scapula).
Adapun rumus yang dapat digunakan antara lain:
|
a.
|
Menurut Scoolrl:
Pendugaan bobot badan hewan qurban (ternak sapi) diukur berdasarkan lingkaran dada sebagai berikut:
BB (kg) =Lingkaran dada (cm) + 22)2
100
|
|
b.
|
Menurut Winter
Menggunakan lingkar dada dan panjang badan dalam pendugaan bobot badan ternak sapi, sebagai berikut:
BB (lbs) = Lingkar dada2 (inch) x pjg badan (inch)
300
|
Alhamdulillah....
Kembali Perguruan Sabbihisma menorehkan prestasi yang membanggakan.
Tanggal 14 Juli 2009 PONDOK PESANTREN SABBIHISMA menerima PENGHARGAAN Ketahanan Pangan Kategori Kelompok Kelembagaan Agama Tingkat Provinsi Sumbar sesuai dengan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Barat Nomor:251/1804/BKP/2009 tertanggal 14 Juli 2009
Sabbihisma Buka Perguruan Tinggi
Padang, Singgalang
Setelah
sukses melaksanakan pengabdian dengan membuka pesantren Sabbihisma,
lembaga pendidikan Islam ini dijadwalkan dalam tahun 2009 ini, membuka
perguruan tinggi.
Pengelola lembaga pendidikan Islam Sabbihisma
Sumatra Barat H.Zulkifli Imam Said kepada Singgalang Senin kemarin
mengemukakan, perguruan tinggi yang akan dibuka tersebut tahap pertama
baru mencakup Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan. Tahun pertama
ini hanya akan menerima mahasiswa 100 orang saja. Kampusnya sudah
selesai dibangun, berlokasi di Jalan S.Parman, Lolong, Padang.
Saat ini, menurut H.Zul, proses
perizinannya dalam tahap pengolahan di Departemen Pendidikan Nasional
melalui Kopertis Sumatra Barat, Riau dan Jambi. Sengaja Lembaga
Pendidikan Sabbihisma mengembangkan sayap dengan membuka perguruan
tinggi sebagai bakti mencerdaskan bangsa yang besar ini. Dengan
menghasilkan sarjana berkualitas, beriman, berakhlak dan berbudaya
Islami, diharapkan secara bertahap generasi bangsa ini semakin baik.
“Sebab, guru adalah penentu utama kecerdasan anak bangsa ini,” lanjut
Zulkifli Imam Said.
Pada kesempatan tersebut, Zulkifli
juga menginformasikan bahwa tugas guru sangat mulia. Khusus, tamatan
perguruan tinggi keguruan ini nantinya sebagian diharapkan bersedia
mengabdi di lingkungan perguruan Islam Sabbihisma. Karena perguruan ini
terus berkembang, dengan lembaga pendidikan setingkat SMP/Tsanawiyah,
SMA/Aliyah, SD dan taman kanak kanak. Khusus untuk tahun ini,
Sabbihisma akan membuka SD II berlokasi di Berok Nanggalo. Pendidikan
tingkat SD sengaja dikembangkan karena SD I Sabbihisma berlokasi di
Jalan Gajah Mada muridnya barunya meledak tiap tahun. Banyak yang tidak
bisa ditampung. Untuk mengatasi ini, sengaja SD II Sabbihisma dibuka di
Berok, dan sekarang bangunan SD dimaksud tengah giat dikerjakan. “Dalam
penerimaan murid baru nantinya, bangunan baru SD ini langsung
dimanfaatkan,” kata Zul.
Juga diinformasikan, dalam lomba
matematika tingkat SD se-Kota Padang baru-baru ini, Nabila Pratiwi,
pelajar kelas V SD Sabbihisma berhasil keluar sebagai juara ll.
Sedangkan Yasir Abdillah dalam kejuaraan silat se-Kota Padang yang
diadakan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), utusan Sabbihisma juga
berhasil keluar sebagai juara lll. Baik Nabila maupun Yasir, juga
diberi hadiah oleh lembaga pendidikan Sabbihisma, diserahkan langsung
oleh pembinanya H.Zulkifli Imam Said dalam suatu acara di kampus, Jalan
Gajah Mada, Padang. ab
Senin, 16 Maret 2009